Kasus Heboh, Gara-gara Batal Beli Rumah Murah

Posted on Updated on

batal beli rumah akibat pengajuan kredit ditolak
pengajuan kredit ditolak

Batal beli rumah Rumah murah seharga 1M artis Nikita Mirzani berakibat dia harus kehilangan sejumlah uang.

Nikita Mirzani menjadi berang dan meluapkan kekecewaannya di media sosial. Akibatnya jadilah viral yang mengundang respon banyak netizen. Apasih sebenarnya yang menjadi masalah?

Pada awalnya niki mengunggah sebuah dokumen dari developer rumah yang menerangkan soal pengembalian uang akibat pembatalan beli rumah. pada dokumen tersebut tertulis, total uang yang telah disetor Rp1 miliar, akibat pembatatalan hanya dikembalikan  sekitar Rp800 juta.

Potongan sebesar  Rp200 juta yang dibebankan pada artis tersebut mencakup uang tanda jadi, PPn, PPh, dan juga komisi marketing. Iapun berang tidak terima kalau uangnya dipotong sebanyak itu sebab dirinya tidak merasa membatalkan perjanjian jual beli, tetapi akibat  kredit yang diajukan tidak ditolok sama bank.

Bagaimana sih aturan yang benar jika terjadi pembatalan jual beli? Apa memang pembeli haarus menanggung sejumlah tersebut? Mari kiat perhatikan ulasan di bawah ini.

Dana yang Harus Dibayar

Ketika memtuskan membeli rumah, maka pembeli adake wajiban menyetorkan sejumlah biaya lain, diantaranya:

  • Tanda jadi rumah (DP),  sejumlah uang yang harus disetor ke developer sebagai keseriusan orang untuk membeli unit rumah.
  • Pajak Pertambahan Nilai (PPn) dengan paling tidak 10% dari nilai harga rumah.
  • Pajak penghasilan (Biapa PPh)  dengan nilai 2,5% dari nilai nilai transaksi pembelian.

Selengkapnya, bisa Anda lihat di sini: Ingin Beli Rumah? Perhatikan 7 Biaya Proses Jual Beli Rumah!

Dana yang Hilang Jika Batal

Biaya biaya yang akan hilang apabila terjadi pembatalan biasanya adalah  biaya yang dibayarkan sebelum AJB dibuat, yaitu uang tanda jadi, PPN, dan juga PPh. Ketiga biaya tersebut basanya tidak kembali apabila pembeli membatalkan pembelian

Ketentuan ini biasanya sudah termasuk pada ketentuan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). Tapi biaanya Beda developer, beda pula poin-poin perjanjian yang ditawarkan kepada pembeli.

Sedang biaya broker alias fee marketing yang menghubungkan antara pembeli dan penjual ketika deal terjadi biasanya oleh penjual tapi bisa juga di bebankan kepada pembeli, masing masing develo per punya kebijakan masing2.

Masalah  Pembatalan Jual Beli

Perkara perkara  berkaitan yang berklaitan dengan pembelian rumah, biasanya sudah diatur pada PPJB dalam Pasal pasaal khusus. Perkara pembatalan jua beli rumah, termasuk siapa yang membatalkan dan konsekuensinya pun semestinyaa ada di dalam surat perjanjian tersebut.

Kemudian apabila terjadi pembatalan pembelian rumah seperti KPR yang tak disetujui seperti kasus Nikita Mirzani maka konsekuensi yang dilakukan pun sehatrusnya merujuk pada PPJB yang telah ditandatangani. Semua harus kembali lagi pada poin-poin yang tertera  pada surat perjanjian tersebut.

Masalah Pembatalan jual beli sebenarnya sudah diatur dalam Pasal 1266 KUH Perdata. Yang mana disebutkan: “Syarat batal dianggap selalu dicantumkan dalam persetujuan yang timbal balik, andaikata salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya. Dalam hal demikian persetujuan tidak batal demi hukum, tetapi pembatalan harus dimintakan kepada Pengadilan.”

Alangkah baiknya apabila Anda mengalami batal jual beli rumah akibat KPR yang tidak disetujui, cobalah lakukan kesepakatan lain untuk mencari jalan keluar dengan developer.

Perlumya Pahami PPJB agar tidak batal beli rumah

PPJB berbeda dengan AJB,  PPPJB Merupakan dokumen pengikat antara pembeli dan penjual tanpa campur tangan notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). PPJB bukanlah surat yang menunjukan bahwa rumah proses pembelian sudah berpindah tangan kepada Anda.

Surat ini sifatnya adalah informal atau non otentik jad isi dari PPJB ini berbeda-beda antara satu dan lainnya. Banyak hal, termasuk batal beli rumah serta konsekuensinya pun termasuk di dalamnya semua berbeda.

PPJB sendiri biasanya dibuat di saat transaksi masih terkendala seperti syarat yang belum terpenuhi atau belum dapat dana kredit.

Oleh karenanya, ketika Anda akan menandatangani surat perjanjian ini, mintalah waktu untuk membaca poin yang ada di dalamnya. pahami dengan teliti  tiap point point pada surat perjanjian agar ke depannya,sehingga  tidak terjadi salah paham antara Anda dengan penjual rumah developer.

Perlu anda ketahui bahwa penyebab batal beli rumah atau gagalnya tarsaksi jual beli rumah sebagian besar atau hampir semuanya disebabkan oleh ditolaknya kredit KPR oleh pihak Bank. Bermacam alasan Bank menolak pengajuan KPR dari pemohon, BI Checkinglah, surat2 nggak lengkap dll.

Untuk menghindari gagalnya jual beli yang dakibatkan tertolaknya pengajuan KPR Bank maka sekarang sudah banyak Developer syariah yang beruasaha memberikan Kredit KPR langsung kepada Pembeli rumah, disamping untum membantu masyarakat dalam kepemilikan rumah serta menhidari mereka dirugikan oleh Pihak Developer 2 Konvensional yang semata mata berentasi kepada keuntaungan semata, tanpa memperhatiakn aspek sosial dan hukum hukum syariah.

Semoga penjelasan ini bisa berguna dan menambah wawasan Anda sekalian para pembeli rumah.

diposting dari Urbaindo

Baca Juga Hasanah Tower Apartment Syariah

Baca Juga Almira village Solo Raya

Bekasi, 6 Maret 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *